Page 332 - Demo
P. 332


                                    295sangat Indonesia. Namun, publik terlanjur membaca sikap iniseperti membaca ramalan zodiak: penuh spekulasi, penuhtafsir, penuh kecemasan bahwa sejarah akan ditulis ulang lewatsebuah piagam pahlawan.Sementara itu, di luar ruang ber-AC tempat Yusril memberikan pernyataan, badai opini sedang berputar kencang.Lebih dari 500 akademisi, guru besar, aktivis demokrasi, HAM,dan antikorupsi sudah menandatangani penolakan. Merekakhawatir nama Soeharto naik pangkat simbolis, sementara lukasejarah belum pernah mendapat perawatan medis yang layak.Masalah pelanggaran HAM dari Timor Timur hingga Petrusmasih menggantung seperti baju yang tidak pernah kering,korupsi dan KKN masih menjadi bab favorit di buku sejarahgelap Orde Baru, dan kebebasan berpendapat yang dulu diremseperti kopling Panther Tua belum pernah didudukkan dalamruang rekonsiliasi nasional yang memadai.Soeharto, bagaimanapun, bukan tokoh biasa. Ia memimpinIndonesia 32 tahun%u2014lebih panjang dari beberapa negarakepulauan bertahan dalam peta dunia. Di tangannya,pembangunan ekonomi bergerak, stabilitas politik ditekanrapat, dan negara terlihat kokoh. Namun di tangannya pula,demokrasi disekap, oposisi dibekukan, kritik dipasung, dankesenjangan sosial tumbuh seperti rumput liar yang tak pernahditebas. Dualitas inilah yang membuat publik terbelah: di satusisi ada mereka yang memuja ketertiban, di sisi lain merekayang trauma oleh represi.Masalah menjadi semakin sensitif karena Presiden saatini adalah Prabowo Subianto, mantan menantu Soeharto.
                                
   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336