Page 401 - Demo
P. 401
364martabat mereka seperti sebelum palu pengadilan menimpa.Kalimat itu mungkin terdengar birokratis, tapi bagi merekayang hidupnya hampir rontok oleh stigma, itu bukan sekadaristilah hukum. Itu adalah tiket pulang sebagai manusia yangutuh.Namun, kalau mau jujur %u2014dan Catatan Cak AT inimemang jarang bisa berdusta%u2014 penjelasan Yusril yang tampakkalem itu justru mengandung aroma politik-hukum yang lebihwangi dari bunga sedap malam di meja Presiden.Cara Yusril berbicara selalu seperti itu: tenang, rapi, datar,tetapi penuh tekanan halus yang hanya bisa dibaca olehmereka yang terbiasa membaca konstitusi seperti membacagaris tangan. Ia tidak pernah mengatakan \keputusan ini,\nutupi bahwa dialah penafsir konstitusi yang paling dipercayaPresiden saat ini.Bahasa tubuhnya selalu seperti guru besar yangmempersilakan murid cerdas menyebutkan sendiri jawabanyang sebenarnya sudah ia bisikkan sejak tadi. Dengan katalain: kalau Presiden menandatangani surat keputusanrehabilitasi, tentu tintanya memang tinta Presiden, tapikalimatnya%u2026 ah, pembaca pasti bisa menebak sendiri siapapenyusunnya.Sikap resmi pemerintah pun akhirnya mengikuti garis pikiryang sangat \tindakan politis, melainkan langkah yuridis yang harusditempuh untuk mencegah kerusakan hukum bertambahpanjang.

