Page 454 - Demo
P. 454


                                    417Yusril menggarisbawahi satu hal yang sering tidak dibicarakan dalam politik hukum: KUHAP bukan hanya instrumen teknis. Ia adalah wajah keadilan prosedural.Jika KUHP adalah catatan moral negara %u2014apa yang bolehdan tidak boleh dilakukan%u2014 maka KUHAP adalah caranyanegara mengeksekusi moral itu tanpa menginjak manusia.Banyak negara jatuh dalam barbarisme bukan karenaaturan pidananya keras, tetapi karena proses peradilannyatidak memberi ruang keadilan. KUHAP baru ini adalah usahauntuk memperbaiki itu.Namun ada peringatan keras di ujung ceramahnya. Baginya, hukum hanya akan sebaik moral manusia yang menjalankannya.Tidak ada KUHAP yang cukup baik untuk penyidik yangtidak jujur. Tidak ada sistem praperadilan yang cukup kuatuntuk negara yang gemar menciptakan musuh politik. Tidakada asas kemanusiaan yang efektif bila aparat menafsir pasalseperti pedagang menafsir harga.Dalam bahasa filosofis: hukum tidak bisa memaksa orangberetika; ia hanya bisa memaksa orang berhenti berbuat tanpaakal.Pada akhirnya, reformasi KUHAP bukan hanya tentangmemperbaiki teks, tetapi memperbaiki cara berpikir negara.Dari penahanan yang sewenang-wenang ke penahanan yangrasional. Dari penyidikan gelap ke penyidikan terbuka. Daritersangka abadi ke kepastian hukum. Dari negara yang takutpada kritik ke negara yang percaya pada mekanisme kontrol.Dan bila reformasi ini benar-benar dijalankan, kita akan
                                
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458