Page 448 - Demo
P. 448
411manusia, maka reformasi hanya akan menjadi kosmetik.Seperti menempel stiker \sebenarnya pincang.Dari seluruh bagian ceramah Yusril, inilah yang palingmanusiawi. Paling jujur. Paling telanjang.Karena ia mengingatkan kita bahwa negara hukum bukanhanya tentang menang-kalah di Mahkamah Konstitusi; bukanhanya tentang norma politik; bukan hanya tentang serentakatau tidak serentak.Negara hukum adalah tentang manusia. Manusia yangbisa salah. Manusia yang bisa tua. Manusia yang bisa sakit.Manusia yang bisa mati menunggu keadilan yang takkunjung datang.Refleksi terakhir Yusril seharusnya menjadi tamparannasional: \ka?\tukan arah etika negara.Jika negara membiarkan warganya menggantung ila yaumil qiyamah, maka negara itu bukan negara hukum, melainkan negara yang hancur oleh ketakutannya sendiri.Negara yang adil bukan negara yang banyak pasal. Negara yang adil adalah negara yang mampu mengakhiri statushukum seseorang secara terhormat %u2014bukan menunda, bukanmenahan, bukan menggantung.Sebab manusia hanya meminta satu hal dari negaranya:kepastian bahwa ia diperlakukan sebagai manusia.[]

