Page 447 - Demo
P. 447


                                    410Yusril menegaskan, sistem hukum yang membiarkanseseorang menjadi tersangka tanpa batas waktu adalah sistemyang kehilangan hati. Ini bukan lagi cacat teknis. Ini cacatmoral.Di sinilah ia mengajukan pertanyaan filosofis: Apa itukeadilan jika seseorang bisa dicegah, dibatasi, dicurigai, dandicap, tanpa batas waktu, tanpa mekanisme evaluasi, tanpahorizon harapan?Para filsuf hukum dari Aristoteles sampai Rawls menegaskan: keadilan membutuhkan kepastian. Tanpa kepastian,hukum berubah menjadi kabut. Dan kabut hanya melahirkanketakutan, bukan kebenaran.Dalam bahasa yang lebih metaforis: Hukum tanpa bataswaktu itu seperti cinta tanpa komitmen, membuat orangmenggantung, tidak bebas, tidak terikat, hanya tersiksa.Namun Yusril tidak berhenti pada kritik. Ia menghubungkan tragedi-tragedi ini dengan reformasi KUHAP baru,yang menurutnya harus memberikan batas hukum yang jelas.Di antaranya, penahanan tidak boleh hanya berdasarkan\Juga, status tersangka harus punya batas waktu, setiaptindakan negara harus di-challenge di praperadilan, dan asaskemanusiaan harus jalan berdampingan dengan asas legalitas.KUHAP baru, kata Yusril, adalah usaha untuk menyelamatkan negara hukum dari kedzaliman prosedural yangdiam-diam tumbuh selama puluhan tahun.Tetapi syaratnya satu: negara berani mengaku salah. Kalaunegara tidak mau mengakui bahwa sistem lama melukai
                                
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451