Page 451 - Demo
P. 451
414Kalau saya mau perpanjang masa penahanan, saya perpanjang. Kalau saya mau diamkan, saya diamkan.\Diskresi yang luas itu membuat hukum acara pidanamenjadi mirip portal gaib: orang bisa masuk ruang tahanankapan saja, tapi tidak ada kepastian kapan bisa keluar. Seorangpejabat bisa ditahan tiga bulan, seorang lain enam bulan,seorang lainnya sepanjang usia produktifnya %u2014tanpakonsistensi dan tanpa parameter yang pasti.Dalam bahasa satir: diskresi seperti itu lebih cocok untukjuru parkir daripada aparatur penegak hukum.Reformasi KUHAP baru hadir untuk membongkar tradisisemau penyidik itu. Yusril menjelaskan beberapa perubahanpaling mendasar di Undang-Undang yang baru disahkan ini.Pertama, penahanan tidak lagi sepenuhnya diskresipenyidik. Kini, keputusan menahan seseorang bisa diuji dipengadilan. Ini revolusi kecil tapi signifikan.Dulu, jika penyidik mengatakan seseorang perlu ditahankarena alasan khawatir tersangka melarikan diri, mengulangiperbuatan, atau menghilangkan barang bukti, maka itu final.Tidak ada ruang perdebatan.Padahal, banyak alasan itu berdiri di atas asumsi, bukanfakta. Ibarat menyandera seluruh ayam kampung karenatakut satu ekor di antaranya bisa mencuri padi.Tapi Yusril memberi contoh yang lebih tajam dan satir:Bayangkan seorang bupati yang ditahan karena dikhawatirkan akan mengulangi tindak pidana korupsi. Padahalia sudah diberhentikan sementara. Mau mengulangibagaimana kalau aksesnya ke anggaran sudah diputus?

