Page 442 - Demo
P. 442


                                    405kekuasaan dan akal sehat.Karena pemimpin yang berilmu tidak takut pada perbedaan; ia justru membutuhkannya. Tetapi pemimpin yang miskin nalar takut pada semua yang tidak ia pahami, sehingga iamengubah politik menjadi arena saling mengintip kesalahan.Dalam refleksi akhirnya, esensi pesan Yusril menjadi jelas:Negara hukum membutuhkan rakyat yang dewasa. Rakyatmembutuhkan ruang debat yang beradab. Ruang debat yangberadab membutuhkan intelektual yang jujur. Dan intelektualyang jujur membutuhkan keberanian untuk berpikir %u2014bukanuntuk membenci.Selama kedewasaan intelektual belum tumbuh, negarahukum akan terseok-seok. Supremasi konstitusi tinggal slogan,dan konstitusionalisme menjadi perayaan simbolik tanpasubstansi.Jika ingin menyelamatkan negara hukum, kita tidak hanyaperlu memperbaiki undang-undang; kita perlu memperbaikicara berpikir bangsa.Konstitusi bisa jadi kitab negara. Tetapi akal sehat-lah yangmenentukan apakah kitab itu menjadi cahaya atau sekadarhiasan.[]
                                
   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446