Page 437 - Demo
P. 437
400ENAM PULUH DUANegara Hukumdi Tengah KrisisAkal Sehat PublikNegara hukum, kata para ahli, tidak hanya dibangunoleh teks dan pasal-pasal, tetapi oleh akal sehatpenghuni negaranya. Tanpa akal sehat, konstitusiberubah menjadi mantra tanpa makna; hukum menjadidekorasi.Dan bangsa yang kehilangan akal sehat publik akanberakhir seperti pengunjung warung kopi: banyak bicara soalnegara, tetapi tak satu pun tahu cara membuatnya lebih baik.Dalam studium general di Universitas Pamulang, Prof.Yusril Ihza Mahendra menyisipkan satu bagian di ceramahnyayang tak kalah penting dari bahasan Mahkamah Konstitusi:yaitu etika intelektual, kedewasaan berdebat, dan kemerosotannalar publik.

