Page 409 - Demo
P. 409


                                    372janji yang hanya Tuhan dan notulen rapat yang tahukebenarannya.Kedua, tafsir. Yusril mengingatkan: teks undang-undang tidakpernah turun dari langit seperti hujan meteor. Ia ditafsirkan ulangoleh generasi yang hidup pada konteks berbeda. Apa yangmenurut pembentuk undang-undang bermakna A, bisa berubahmenjadi AB versi MK, dan menjadi AC setelah dibaca di DPR.Semuanya merasa paling benar, padahal yang benar hanyasatu: konstitusi. Tapi siapa penafsir final? MK. Siapa pembuatnorma? DPR dan Presiden. Siapa yang paling keras kepala? Tentusaja semuanya.Ketiga, ego kekuasaan. Yusril menggambarkan situasinyadengan humor sinis tapi tepat sasaran. \oleh Presiden dan DPR yang dipilih langsung oleh rakyat.Dibatalkan oleh sembilan hakim MK. Sembilan orang ini siapa?Malaikatkah?\Pertanyaan itu bukan cemoohan, tetapi peringatan: janganjadikan konstitusi sebagai gelang karet yang bisa ditarik ke segalaarah.Lalu bagaimana akibat inkonsistensi ini? Pertama, kepastianhukum runtuh pelan-pelan. Kalau setiap putusan dapat dipatuhi,tetapi boleh juga diakali lewat revisi yang berlawanan, makanorma bukan lagi pagar, tetapi kain korden yang bisa digeser kekanan-kiri.Kedua, legitimasi MK dipertanyakan. Bagaimana mungkindua putusan berbeda keduanya final? Bagaimana jika MK kelakbersengketa dengan Presiden dan DPR terkait kewenanganlegislasi, dan perkara itu harus diadili MK sendiri? Negara bisa
                                
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413