Page 417 - Demo
P. 417


                                    380sajadah, tapi negara harus saleh di meja kebijakan.\Dan betapa ironi negeri ini sering kita temukan di situ:banyak orang baik tersangkut aturan tak masuk akal, sementara orang nakal pandai berenang di celah regulasi. Makakhutbah Yusril, meskipun dibungkus tutur lembut, sejatinyaadalah kritik halus.Khutbahnya juga pengingat keras bahwa moralitas publiktidak akan tegak jika sistemnya bengkok. Di akhir khutbahnyaia kemudian mengajak jamaah melihat kebaikan secara lebihluas. Ia menegaskan bahwa menjadi baik bukan jaminanmulusnya hidup.Bahwa pahala bukan selalu berupa jabatan atau proyek,tapi ketenangan hati dan kejelasan tujuan. Bahwa duniamemang sering tidak adil, tapi keadilan akhirat pasti. Danbahwa tugas manusia adalah terus memperbaiki diri %u2014danbila punya kuasa, memperbaiki sistem.Pada akhirnya kita diajak merenung: orang baik pun bisakalah, bisa lelah, bisa kecewa. Tapi justru karena dunia seringkacau, kebaikan jadi relevan. Tanpa kebaikan, hidup kitahanya tinggal perebutan antrean dan rebutan mikrofon.Namun tanpa sistem yang benar, kebaikan pun hanya jadiberita harian yang cepat menguap.Maka mungkin itu alasan Yusril berdiri di mimbar dan diruang rapat sekaligus. Di satu tempat ia mengajak orangmenjadi baik, di tempat lain ia mengupayakan agar kebaikanitu punya rumah, atap, dan pagar. Sebab orang baik tanpasistem hanya jadi legenda; tapi sistem baik tanpa orang baikhanya jadi alat baru bagi mereka yang licik.
                                
   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421