Page 416 - Demo
P. 416


                                    379peta besar kehidupan sosial. Di sini letak menariknya. Yusrilbukan sekadar da%u2019i, ia Menko yang mengurusi hukum, HAM,imigrasi, dan pemasyarakatan %u2014empat bidang yang kalau satusaja macet, rasa keadilan masyarakat bisa masuk ICU.Maka saat ia mengatakan bahwa \ruk, orang baik bisa frustrasi; dalam sistem yang baik, orangjahat dipaksa jadi baik,\pengalaman birokrasi, diagnosis teknokrat yang sudah makanasam garam regulasi dari zaman Orde Baru sampai era Reformasi.Bayangkan analogi sederhana dari kehidupan sehari-hariyang ia sampaikan: kalau kantin kementerian kacau, antreanpanjang, pembayaran berbelit, dan makanannya suka habisduluan, maka orang paling sabar pun lama-lama ingin teriakjuga.Tapi kalau sistem kantin rapi, antre jelas, makananterdistribusi baik, maka orang yang tadinya suka serobot punterpaksa ikut tertib. Kebaikan, kata Yusril, bukan hanya soalkarakter pribadi; ia butuh ekosistem. Ia harus diperjuangkandalam bentuk aturan, lembaga, dan konsistensi.Di titik ini khutbah itu terasa sebagai dua khutbah dalamsatu tubuh: khutbah masjid dan khutbah negara. Di satu sisiia mengingatkan jamaah bahwa kebaikan pribadi tetapprioritas. Di sisi lain, sebagai pejabat, ia sedang menegaskanPR besar pemerintah.Negara mesti membangun sistem yang tak membuatorang baik merasa sia-sia. Ketika Yusril mengatakan bahwakebaikan harus tegak dalam sistem yang benar, ia seolah sedangmenebalkan garis batas tanggung jawab: \
                                
   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420