Page 12 - Demo
P. 12
xisering menyembunyikan kerumitan: Yusril adalah arsitekketatanegaraan dan kebangsaan Indonesia. Ia salah satuyang paling halus, paling tekun, dan paling konsisten bekerjadalam diam, bahkan ketika panggung politik sedang riuholeh retorika kosong.Karena itu, sejak Desember 2024%u2014ketika Bang YIM masuk sebagai Menko Kumham Imigrasi dan Pemasyarakatandalam Kabinet Merah Putih%u2014saya menyalakan radar jurnalistik saya. Radar ini sudah saya asah selama hampir empat puluh tahun, sejak masa saya di Panji Masyarakat,Tempo, Berita Buana, Republika, Tekad, Majalah BudayaIndonesiana, hingga Majalah Gontor.Ada yang bilang insting jurnalistik itu seperti pisau bedah. Bisa membelah kulit persoalan, mengupas jaringanretorika, dan menemukan organ-organ kebenaran yangtersembunyi. Saya percaya itu benar.Radar itu sudah terlatih hampir seperti alat pendeteksigempa, gerak-gerik Bang YIM langsung terpotret pada layarpemantauan saya. Dari ucapan singkatnya di Istana hinggaorasi ilmiahnya setebal 30-40 halaman; dari sikapnyaterhadap kasus-kasus pelik, hingga filosofi hukumnya yangserba-terkait, serba-bersumber, serba-terstruktur.Maka lahirlah rangkaian esai yang kemudian saya sebutsebagai Catatan Cak AT. Tulisan-tulisan ini muncul nyarisspontan setiap kali Bang YIM tampil, berbicara, ataumengambil satu langkah penting dalam pemerintahan ataudi kampus. Sama seperti masa kerja beliau%u2014persis satutahun pertama masa Kabinet Merah Putih%u2014catatan ini

