Page 15 - Demo
P. 15
xivsebagai orang aktivis yang mengenal kapasitas intelektualdan moralnya.Dukungan itu saya wujudkan dengan membuat portalbang-yim.com, memanfaatkan keahlian digital yang sayamiliki sejak merintis Republika Online pada 1995 %u2014ketikainternet Indonesia masih seimut bayi kucing dan modemmasih bersuara kriiit-kriiit-kriiit sebelum akhirnya terhubung.Portal itu adalah arsip digital yang ikut mencatat perjalanan seorang tokoh yang dalam banyak hal telah menjadiguru bangsa meski ia jarang menyebut dirinya demikian.Sayang sekali, pencalonan Yusril yang digagas sejak Agustus 2016 akhir kandas, karena tanpa dukungan memadaidari partai-partai, membuatnya tak bisa ikut pilkada DKIJakarta 2017.Setelah itu, perjalanan Bang YIM memasuki fase yanglebih menarik %u2014fase yang oleh para politisi disebut %u201cmasasabar,%u201d tetapi oleh para akademisi disebut %u201cmasa produktif.%u201dTahun-tahun setelah 2017 bukanlah masa surut bagiYusril, melainkan masa penempaan. Bisa dibilang, sambilbanyak politisi lain sibuk memoles citra, ia memilih memolesnalar. Ia menyiapkan diri bukan untuk satu jabatan,melainkan untuk kompetensi yang akan ia bawa kemanapun sejarah menempatkannya kelak. Jangan lupa, seorangarsitek tak pernah berhenti meraut pensilnya.Pada periode itu, Yusril kembali tampil sebagai senjatahukum massal %u2014julukan yang mungkin terdengar hiperbolik,tapi cocok untuk seorang yang nyaris selalu diminta

