Page 17 - Demo
P. 17


                                    xvikan sebagai advokat partisan, tetapi sebagai teknokrat hukumyang membawa seluruh beban sejarah konstitusional dipundaknya. Ia tidak hanya membela kliennya, tetapi jugamembela prosedur, logika, dan keabsahan hukum itu sendiri.Selepas itu, pada 2020 hingga 2024, Yusril aktif mengoreksiberbagai proses legislasi dan kebijakan negara. Ia mengkritikUU Cipta Kerja, menata kembali tafsir UU Kewarganegaraan,mengoreksi aturan-aturan yang membingungkan, danmemastikan agar negara tidak tergelincir pada otoritarianismeberbaju modern.Di bidang politik, ia kembali memantapkan diri sebagainahkoda Partai Bulan Bintang, membawa partai itu melewatigelombang tinggi perpolitikan nasional. Di tengah semua hirukpikuk itu, ia tetap setia mengajar. Bayangkan saja, seorangMenko di kemudian hari masih mau kembali ke kelas,memegang spidol, menulis di papan tulis, dan berdiskusidengan mahasiswa tentang pasal-pasal konstitusi seolahIndonesia tidak sedang dilanda badai politik.Tahun 2024 adalah momentum penting. Ketika bangsaberbelok menuju pemerintahan baru, Prabowo Subianto %u2014yang sedang merangkai kabinetnya%u2014 memanggil sosok yangsejak lama dikenal sebagai arsitek gagasan, bukan sekadar alatpolitik.Yusril terpilih sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum,HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan %u2014jabatan baru yangmemayungi hampir seluruh denyut kehidupan hukum Indonesia. Ini bukan penghargaan semata, tetapi pengakuan: bahwanegara membutuhkan seorang teknokrat dengan kemampuan
                                
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21