Page 16 - Demo
P. 16
xvpandangannya ketika negara bimbang.Dari isu keabsahan partai politik, sengketa pemilu, sampaiperkara-perkara konstitusional yang membuat kepala rakyatberdenyut seperti kena migrain berkepanjangan, Yusril hadirsebagai dokter bedah konstitusi yang menenangkan pasiennya.Ruang operasi hukum Indonesia sering bising, tapi kehadirannya seperti memasang musik instrumental di belakang: tenang,ritmis, dan bekerja dengan presisi.Tahun-tahun itu pun menegaskan satu hal: Yusril bukansekadar ahli hukum, tetapi ahli membaca momentum sejarah.Ketika banyak tokoh terjebak dalam gelombang politikidentitas, ia memilih jalur hukum yang rasional dan murni. Iatampil sebagai lawyer of last resort%u2014ketika semua orangbingung kepada siapa harus bertanya, ketika konstitusi terasaseperti naskah sandiwara dengan tafsir ganda, ketika negarahampir tersesat di jalan tikus politik.Dari 2017 hingga 2024, banyak momentum-momentumbesar yang melewati meja kerjanya di Ihza & Ihza Law Firm,tempat ia menggabungkan tradisi keluarga, ilmu, dan instingkepemimpinan.Pada tahun-tahun menjelang 2019, Yusril kembalimenempatkan dirinya sebagai penyeimbang demokrasi. Iamemutuskan untuk menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi%u2013Ma%u2019ruf Amin dalam kontestasi Pilpres %u2014keputusan yangmembuat sebagian pihak terkejut, sebagian lagi manggutmanggut memahami bahwa Yusril selalu bergerakberdasarkan kalkulus hukum, bukan kalkulus emosi.Di panggung MK yang penuh sorotan, Yusril tampil bu-

