Page 13 - Demo
P. 13


                                    xiimengalir dari Desember 2024 hingga Desember 2025.Dalam tradisi kepenulisan, ini seperti journaling seorangwartawan yang sudah terlalu lama bergumul dengan sejarahIndonesia sehingga setiap perubahan kecil pada tubuh politiknegeri ini langsung terasa seperti perubahan suhu di ujung jari.Jika Anda bertanya, mengapa saya memilih Bang YIMdalam radar pengamatan saya? Jawabannya sederhana:karena dia adalah sosok %u201cserba%u201d: Serba ahli hukum; Serba ahlitata negara; Serba penulis pidato presiden lintas zaman; Serbadiplomat internasional; Serba pengacara yang menang di medan hukum paling rumit; Serba cendekia Melayu yang membawa tradisi pemikiran Johor%u2013Belitung%u2013Aceh%u2013Minangkabaudalam satu tubuh; Serba akademisi yang tetap mengajar meskiruang kerjanya kadang lebih mirip ruang perang politikdaripada ruang kuliah yang penuh ketenangan. Dan, tentusaja, serba tenang dalam badai.Karena itu pula saya menilai ia bukan sekadar tokoh publikyang muncul tenggelam dalam siklus politik lima tahunan. Iasosok yang menyimpan pola pikir jangka panjang, yang ketikaberbicara soal UU Pemilu 2026, misalnya, ia tidak sedangbicara soal teknis pemilu saja, tapi juga tentang strukturdemokrasi yang akan bertahan puluhan tahun ke depan.Di mata saya, Bang YIM bukan hanya aktor dalam politikbahkan pernah perfileman Indonesia, tetapi penyusunskenarionya, pengendali struktur panggungnya, dan kadangjuga korektor dialog yang tidak masuk akal.Buku ini juga lahir dari alasan lain: saya mendukung Yusrilsejak ia tampil sebagai salah satu dari tiga calon presiden di
                                
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17