Page 122 - Demo
P. 122
85sekadar retorika, melainkan proses legal yang mendalam danterukur.Arah strategis reformasi yang digagas Komisi jugamencakup peningkatan kapasitas internal Polri, penguatanetika dan budaya kerja, serta transparansi dalam pengambilankeputusan. Yusril berperan dalam memastikan bahwa reformasi initidak hanya berhenti pada perbaikan struktural, tetapi jugamenanamkan prinsip moral dan akuntabilitas yang menjadipondasi penegakan hukum. Pengalamannya dalam menangani isu-isu hukum yangkompleks, termasuk hak asasi manusia dan reformasi birokrasi,menjadi aset penting bagi keberhasilan komisi ini.Dari perspektif masyarakat, pembentukan Komisi inimerupakan jawaban konkret atas aspirasi publik yang munculselama ini. Aksi demonstrasi pada Agustus 2025 danpembakaran markas polisi di berbagai daerah menunjukkanbahwa masyarakat menuntut perubahan nyata, bukan janjikosong. Dalam konteks ini, Komisi yang dipimpin Jimly dandidukung oleh anggota seperti Yusril memiliki tanggung jawabmoral dan profesional untuk menghadirkan solusi yangimplementatif, bukan sekadar dokumen rekomendasi tanpatindakan.Lebih jauh lagi, kehadiran Yusril dalam tim menunjukkanpentingnya kolaborasi antara lembaga eksekutif, penegakhukum, dan pakar independen. Reformasi Polri tidak bisa dilakukan secara parsial; ia

