Page 116 - Demo
P. 116
79negara yang kokoh hanyalah negara yang adil, bukan negarayang gagah.Refleksi akhirnya, seperti biasa, datang dengan getir yangelegan: betapa sering bangsa ini mencari kambing hitamsebelum mencari bukti, betapa cepat kita percaya rumorsebelum menyalakan nalar. Tragedi Affan mengajarkan satu hal yang lebih besar darikerusuhan itu sendiri %u2014bahwa negara baru akan dewasa jikaia berhenti gagap menghadapi rakyatnya sendiri, dan mulaibersikap jujur, adil, dan bertanggung jawab. Dari kehilangan seorang sopir ojek online, kita belajarbahwa nyawa manusia tidak boleh sekadar statistik; ia adalahtitik paling dasar dari martabat nasional. Dan Yusril, tanpa banyak gaya, mengingatkan kita lagibahwa hukum bukan hanya kumpulan pasal, tetapi caranegara menjaga nuraninya.[]

