Page 114 - Demo
P. 114


                                    77Komnas HAM, menurutnya, sudah membentuk timpenyelidik independen. Dan negara, kata Yusril, tidak perlumembuat bangunan baru hanya untuk membuktikan bahwakita bisa menambah pintu.Namun, Yusril tidak berhenti pada teori kering. Ia turunke lapangan. Ia datang ke Polda Metro Jaya, mengecek pasalpasal, memeriksa kondisi tahanan, bahkan memastikanventilasi, makanan, WC, hingga CCTV berfungsi. Ini tindakan yang, jika dilakukan pejabat lain, mungkinakan ditayangkan dengan musik heroik ala film dokumenter.Tapi Yusril, entah kenapa, selalu tampak melakukan hal besardengan kesederhanaan yang membuat kita ingin tertawasekaligus mengangguk.Lalu bagaimana dengan sisi lain dari tragedi itu %u2014bagaimana negara menangani kasus aparat yang menabrakdan menewaskan Affan? Di sini, langkah Yusril kembali menunjukkan watakseorang arsitek kebangsaan: keadilan bukan soal siapatersangka, tetapi apa norma yang berlaku. Jika rakyat salah, hukum ditegakkan. Jika aparat salah,ya hukum yang sama harus diterapkan. Tidak ada jalur toluntuk seragam. Tidak ada jalan tikus untuk rakyat jelata.Negara, kata Yusril, tidak boleh punya dua timbangan.Di tengah isu-isu liar tentang makar, terorisme, campurtangan asing %u2014semua cari sensasi untuk menumpang dalamkegaduhan%u2014 Yusril meminta publik membaca dengan jernih:Presiden tidak menyebut %u201cada makar%u201d, tetapi %u201cmengarah%u201d.Tidak menyebut %u201cada terorisme%u201d, tetapi %u201cpotensi%u201d. Kata kerja
                                
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118