Page 111 - Demo
P. 111


                                    74Jakarta, akhir Agustus itu, pernah berubah dari kotamegapolitan menjadi panggung tragedi yang absurd %u2014perpaduan antara demonstrasi besar, ledakan emosimassa, dan satu kehilangan yang bikin dada siapa punmendadak sesak. Kita ingat hari itu seperti kita mengingat bau hujan: samar,tapi meninggalkan bekas. Di tengah ribuan suara yangbermuara pada tuntutan politik, ekonomi, dan rasa jengkelkolektif yang sudah mengendap bertahun-tahun, seorang sopirojek online bernama Affan Kurniawan (alm.) harus kehilanganhidupnya hanya karena ia berada di tempat yang salah, padawaktu yang salah, sementara negara sibuk menenun ulangstabilitasnya.Affan bukan orator politik. Bukan aktivis garis depan. Diahanyalah salah satu dari ratusan ribu pekerja harian yangDUA BELASOase di TengahIsu Menumpuk
                                
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115