Page 107 - Demo
P. 107


                                    70terang, kadang lebih misterius dari nama-nama kodeintelijen. Tetapi faktanya, Koalisi Masyarakat Sipil datang membawa15 poin usulan kodifikasi RUU Pemilu, lengkap denganharapan agar pemerintah mengambil alih inisiatif penyusunandraf. Ini menggembirakan, karena biasanya masyarakat sipilcuma dapat jatah tepuk tangan di balkon, bukan kursi di mejaperumusan. Dan Yusril menyambut itu seperti orang ketibandurian runtuh, walau duriannya mungkin jatuh sambilmenyodok kening.Lalu publik bertanya: apa saja kira-kira perubahan yangsedang diracik? Apakah akan ada sistem pemilu yang baru,apakah parliamentary threshold yang selama ini jadi palangpintu akan diturunkan atau bahkan dihapus? Yusril tidak menyatakannya secara eksplisit. Tetapi darigaya bicara dan arah angin yang bertiup dari gedung Kemenkoitu, aroma reformasi politik tercium cukup tajam %u2014dan semogabukan karena kabel AC yang gosong.Sejumlah ahli memperkirakan revisi ini akan membukadiskusi besar tentang ambang batas parlemen dan ambangbatas pencalonan presiden. Parliamentary threshold (PT) 4% %u2014yang selama ini menjadi pagar beton bagi partai-partai kecil%u2014bisa saja ditinjau ulang. Ada yang menduga pemerintah ingin mengembalikankompetisi politik kepada esensinya: adu gagasan, bukan adusyarat administratif yang bikin partai kayak siswa sekolah lagingejar nilai remedial. 
                                
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111