Page 119 - Demo
P. 119


                                    82reformasi internal Polri, sebuah tuntutan yang telah lamadiusung masyarakat melalui aksi demonstrasi dan aspirasipublik.Pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri bukanlahkeputusan spontan. Ia lahir dari tekanan nyata masyarakat,terutama setelah aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025,yang bahkan diwarnai pembakaran beberapa markas polisidi berbagai daerah. Fenomena ini mencerminkan ketidakpuasan publikterhadap institusi Polri yang dianggap belum sepenuhnyamenegakkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.Dalam konteks ini, kehadiran Yusril dalam tim komisi menjadisangat strategis. Selama ini, ia telah dikenal sebagai sosok yang tidak hanyamemahami hukum secara tekstual, tetapi juga memahamipolitik hukum, sejarah penegakan hukum, dan kebutuhanreformasi berbasis aspirasi masyarakat.Komisi yang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor122-P Tahun 2025 ini memiliki mandat untuk mengkaji seluruhinstitusi Polri, menilai praktik yang berjalan, dan memberikanrekomendasi strategis yang dapat mencakup revisi undangundang jika diperlukan. Jimly Asshiddiqie menekankan bahwa komisi ini bukantim biasa; ia harus bekerja sungguh-sungguh mendengarkanaspirasi masyarakat dan internal Polri, kemudian merumuskanide-ide perubahan yang komprehensif. Dalam hal ini, kehadiran Yusril berperan sebagaipenghubung antara perspektif hukum formal, sejarah
                                
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123