Page 165 - Demo
P. 165


                                    128kasus politik yang aromanya lebih mirip intrik kekuasaanketimbang buku teks hukum pidana.Presiden Prabowo memutuskan memberikan abolisi untukTom %u2014artinya semua penuntutan terhadapnya dihapus%u2014 danamnesti untuk Hasto%u2014 artinya semua akibat hukum dariperkaranya lenyap seperti asap sate di angin sore. Secara teori,keduanya sekarang bisa pulang, istirahat, dan menulismemoar.Tapi yang terjadi justru plot twist. Tom, yang katanya inginmove on, malah mampir ke Ombudsman, melaporkan dugaanmaladministrasi dalam audit BPKP yang menjadi dasarkasusnya.Ia bahkan meminta publik jangan merundung auditormuda yang ikut menghitung kerugian negara %u2014sambil tetapmelaporkan seluruh tim auditnya.Hasto? Lebih senyap, tapi tetap jadi simbol bahwa di negeriini, satu tanda tangan Presiden bisa menghapus dosa politiklebih cepat daripada hakim mengetuk palu.Di sini lah letak pamungkasnya. Yusril menjelaskan,%u201cKalau sudah dapat abolisi dan amnesti, semua proses hukumotomatis gugur. Tidak perlu banding.%u201dTapi kenapa publik mendengar ini seperti mendengarbeliau bilang, %u201cSemua sudah beres,%u201d padahal di belakangpanggung, para kru masih berantem rebutan kabel mikrofon.Kalau prosedur sudah sempurna, kenapa Tom masih harusmelapor? Dan kalau asas keadilan sudah dijunjung, kenapahakim, auditor, dan penegak hukum yang salah prosedur tidakikut dipanggil ke panggung untuk diberi pelajaran?
                                
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169