Page 168 - Demo
P. 168
131Ketika hukum dan politik bersalaman di ruangrapat, Yusril duduk di kepala meja. Amnesti danabolisi bukan sekadar soal pengampunan, tapi soaltafsir, simbol, dan manuver kekuasaan.Ada sebuah adagium lama di kampus-kampus hukum:Fiqh itu untuk ulama, hukum positif untuk pengacara, danpolitik hukum untuk Yusril Ihza Mahendra. Entah siapa yangpertama kali mengucapkannya %u2014mungkin mahasiswa yanggagal skripsi karena mengutip Yusril tanpa footnote.Kini, nama sang profesor kembali mencuat. Bukan karena buku barunya, bukan pula karena argumen brilian dalam perdebatan akademik. Melainkan karena dia menjelaskan, bahwa amnesti untuk Hasto dan abolisi untuk TomLembong adalah tindakan presiden yang sah, wajar, dansesuai aturan.DUA PULUH Tafsir Amnestidan Abolisi

