Page 206 - Demo
P. 206
169investor merasa aman, dan apakah kita bisa masuk daftar negara dengan integritas keuangan yang dihormati%u2014bukan dicurigai. Dunia hari ini sudah tidak sabar melihat siapa yangsungguh serius melawan pencucian uang, dan siapa yang purapura serius seperti aktor sinetron yang menangis tanpa air mata.Di tangan Yusril, Komite TPPU tampaknya belum akanjadi panggung seremonial belaka. Setidaknya, melihatkarakternya yang lebih senang membedah pasal daripada berselfie ria, publik berharap lembaga ini bergerak seperti timpemadam kebakaran yang benar-benar menyiram api, bukansekadar memotong pita peresmian hydrant.Dan pada akhirnya, sejarah akan menilai: apakah Yusrilberhasil menutup celah-celah mafia keuangan, atau justrumenemukan bahwa lubangnya lebih banyak daripada lubangjarum, hingga cucian kotor negara terus menetes tak tentu arah. Namun begitulah hukum: ia selalu menuntut keberanian.Keberanian untuk melawan gelombang uang haram,keberanian untuk membersihkan sistem, dan %u2014paling sulit%u2014keberanian untuk tidak takut pada mereka yang kehilangankenyamanan karena negara mulai memperketat celah.Jika dulu Yusril merancang dasar hukumnya, kini iamemegang kemudi. Kadang hidup memang suka bercanda: kita menulis aturan,tapi pada akhirnya aturan itu menulis kembali nasib kita. Maka, perjuangan melawan pencucian uang bukan sekadar soal transaksi dan rekening%u2014melainkan soal memulihkan martabat negeri yang lama lelah dibasuh oleh uang haramyang terus mengalir seperti air hujan di musim politik.[]

