Page 205 - Demo
P. 205
168Maka, posisi Ketua Komite TPPU bukan jabatan untukorang yang sekadar pandai berwacana di depan podium. Iamenuntut kapten yang paham seluk-beluk hukum perdata,pidana, keuangan, intelijen, dan diplomasi. Dan di sinilah alasan paling masuk akal kenapa Prabowo menunjuk Yusril: ia bukan hanya intelektual hukum, bukan sekadar teknokrat dengan ijazah berlapis-lapis, tapi orang yang pernahbertarung dalam praktik, menyusun UU, menulis konsep, mengajar teori, hingga berdebat keras di ruang sidang Mahkamah Konstitusi. Sedikit-sedikit, ia juga sempat bermain film %u2014yang berartidia tahu seni mengenali karakter: mana tokoh antagonis, manatokoh protagonis, dan mana tokoh yang pura-pura miskin saatlaporan LHKPN tiba.Sejak ditunjuk, Yusril mulai membongkar kembali lanskapTPPU kita. Ia menyiapkan sistem yang lebih ketat agar alurtransaksi mencurigakan tidak lagi bisa lolos hanya dengan kedok %u201cpembelian ayam kampung 14 miliar rupiah%u2014kontan%u201d. Ia memperkuat strategi nasional yang sudah berjalan, daripencegahan hingga asset recovery, memastikan uang kejahatantidak hanya ditemukan, tapi juga ditarik kembali pulang kepangkuan republik yang kerap bocor seperti ember tua. Ia mendorong konektivitas database antarinstansi, sehinggapenyidik tidak perlu lagi mengetik data berulang-ulang sepertimahasiswa tingkat satu saat mengerjakan laporan praktikum.Lebih dari itu, Komite ini merupakan wajah Indonesia di matasistem keuangan global. Kesuksesan Yusril akan menentukan apakah bank-bank luar mau terus percaya pada Indonesia, apakah

