Page 211 - Demo
P. 211


                                    174namun teguh seperti batang nibung%u2014 membuat puisinyabukan sekadar karya sastra, melainkan napas budaya yangmasih menghangat sampai hari ini.Yusril, dengan perpaduan antara ketelitian ahli hukum dankepekaan seorang seniman, melihat tragedi sejarah sebagaisebuah cerita yang harus dirawat. Ia tidak ingin kisah AmirHamzah hanya hidup sebagai legenda lirih di buku pelajaranyang dibaca setengah paksa. Baginya, kisah itu perlu dituliskan ulang, diteliti, ditataulang dalam memori bangsa dengan serius dan jujur. Sebabsejarah yang tidak dituntaskan akan kembali menyergap.Revolusi Sosial 1946 bukan sekadar halaman lama; ia cerminyang menunggu untuk dihadapi.Peran Yusril dalam semua ini adalah menjahit, denganbenang hukum dan seni sekaligus, memori kolektif yang telahlama compang-camping. Ia mendorong agar penelitiandilakukan oleh sejarawan, bukan diserahkan pada rumor,dendam, atau romantisme buta. Ia membuka jalan agar generasi baru mengenal AmirHamzah bukan hanya lewat puisi %u201cPadamu Jua%u201d, tetapi jugalewat kisah nyawanya yang direnggut oleh kekacauan sosialyang belum selesai dikisahkan.Dan di sinilah letak keindahan yang ironis: seorang ahlihukum negara%u2014yang pekerjaannya sangat formal, kering,dan penuh pasal %u2014ternyata menjadi salah satu penjaga palingtekun terhadap karya, jejak, dan martabat sastra Melayu. Ada garis halus yang menautkan seorang menteri kabinetdengan seorang penyair yang kepalanya dipisahkan dari
                                
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215