Page 212 - Demo
P. 212


                                    175tubuhnya 79 tahun lalu. Garis itu bernama ingatan. Dan di zaman ketika banyak politisi kehilangan ingatanbahkan terhadap janji kampanye bulan lalu, Yusril justrumemilih mengingat lebih jauh, lebih dalam, dan lebih jujur.Pada akhirnya, refleksinya membawa kita pada satupelajaran: bangsa yang hebat bukan hanya yang membangunjalan tol, bendungan, atau kereta cepat, tetapi bangsa yangberani menatap sejarahnya sendiri%u2014yang manis, yang getir,yang getir sekali pun. Kesedihan tidak harus jadi beban; bisa menjadi guru.Tragedi tidak harus menakutkan; bisa menjadi cahaya. Dankisah seorang penyair yang gugur dengan tubuh dan kepalaterpisah bisa berubah menjadi kesadaran bahwa martabatbudaya tidak pernah boleh mati dua kali.[]
                                
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216