Page 216 - Demo
P. 216


                                    179Israel di Velodrome Rawamangun karena menang perunggu.Tidak ada huru-hara, tak ada demo, tak ada panggilan daruratdari Dewan Keamanan PBB.Baru setelah isu Gaza memuncak, empati dunia terbalik,dan kekejaman terlihat telanjang di layar HP setiap detik,sentimen berubah menjadi bara yang menyala. Publik makinpeka, negara makin tegas, dan Yusril membawa mandatdiplomasi yang selaras dengan sikap Presiden Prabowo di PBB:Indonesia tidak bisa bersikap netral ketika ketidakadilanmenjadi tontonan global.Yang menarik, publik sering lupa bahwa dunia olahragapunya watak seperti air: ia selalu mencari celah hukum, politik,dan diplomasi agar kompetisi tetap berjalan. Banyak negara yang tidak mengakui Israel, tapi tetapbertemu atlet Israel dalam kejuaraan resmi yang bersifat multination obligation. Qatar pernah menerima atlet Israel dalamturnamen judo%u2014meski benderanya nyaris diselempitkan dipojok ruangan. Uni Emirat Arab pun pernah meloloskan atlet Israelsebelum normalisasi hubungan. Di Maroko, bendera Israelberkibar dalam event internasional tahun-tahun tertentu,bahkan ketika hubungan kedua negara belum sepenuhnyamulus.Indonesia pun sebenarnya pernah mengambil langkahlangkah pragmatis semacam itu %u2014di antaranya lewat%u201carrangements%u201d teknis, pengaturan visa terbatas, sponsor pihakketiga, atau silent passage melalui negara lain. Semua itu dilakukan dalam konteks diplomasi olahraga,
                                
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220