Page 219 - Demo
P. 219
182Di negeri yang gaduh oleh segala rupa urusan, narkotika selalu berhasil menjadi bintang horor yang takpernah pensiun. Setiap tahun ia tampil dengan kostumbaru, lakon baru, dan%u2014ini dia ironi kita%u2014panggung baru: lapas. Tempat yang seharusnya menjadi rumah pertobatan itu justruberubah seperti branch office dari kartel yang entah sejak kapandapat izin operasional. Di sini, drama narkoba tak cuma hidup,tapi seperti beranak pinak dengan sub-plot yang lebih liar darisinetron malam.Maka ketika Yusril, sang Menko yang sehari-hari bergumuldengan hukum dan ketertiban peradaban, mengatakan bahwa%u201cmasalah paling serius di LP itu narkotika,%u201d itu bukan lagisemacam breaking news. Itu lebih seperti pengakuan pahit bahwakita telah terlalu lama memelihara monster yang tumbuh dalampekarangan rumah sendiri.DUA PULUH DELAPAN Lepas Lapas dariJerat Narkoba

