Page 422 - Demo
P. 422


                                    385MK, lalu dibawa ke pengadilan, siapa yang mengadili? Ya MKsendiri. Bagaimana mungkin orang bersengketa tetapi dirinyasendiri yang menjadi hakim?\Bayangkan jika dalam pertandingan sepak bola, wasitberselisih dengan pemain, lalu ia menggelar sidang kilat di tengahlapangan, memutuskan ia tidak bersalah, dan pertandingan harusterus berjalan sesuai keputusannya. Itulah logika absurd yangsedang kita pelihara dalam ketatanegaraan.Contoh lain yang lebih nyata: urusan pemilu serentak. MKdulu memutuskan pemilu harus disatukan. Akibatnya,Pemerintah dan DPR pusing tujuh turunan. Revisi UU Pemilupun dilakukan dengan terburu-buru, KPU pucat seperti lampuneon murah karena harus mengatur logistik raksasa.Tapi pemilu serentak belum juga stabil, MK membuat putusanbaru: pemilu harus dibelah antara pemilu pusat dan daerah.Ini seperti tukang servis AC yang datang memperbaiki AC dirumah Anda: pagi bilang mesti diganti kompresornya, sore bilangjangan, ternyata yang diganti remotnya saja. Lalu Anda tetapharus bayar penuh dua-duanya.Yusril bertanya kepada Hamdan Zoelva, \yang berlaku?\geleng-geleng kepala. Kita semua juga begitu.Dalam salah satu ceramahnya, Yusril juga menyinggung persoalan parliamentary threshold dan presidential threshold. Ketikaia mengajukan permohonan ke MK untuk menafsirkan pasalkonstitusi secara langsung %u2014pasal tentang kedaulatan rakyat danpelaksanaan pemilu%u2014 MK menolak. Alasannya, MK hanya bolehmenafsirkan konstitusi dalam konteks menguji undang-undang.
                                
   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426