Page 424 - Demo
P. 424
387Ketiga, constitutional ethics harus dihidupkan kembali %u2014etikayang membuat legislator sadar bahwa kekuasaan mengaturrakyat harus lebih rendah dari kewajiban menghormati konstitusi.Akan tetapi, kita sering lupa: etika tidak bisa dipaksakandengan undang-undang. Ia tumbuh dari kedewasaan. Dankedewasaan politik kita, kata Yusril, kadang seperti jenggotsebagian orang: makin panjang, makin terasa kealimannya, tetapiakalnya justru makin pendek. Sehingga debat menjadi pekikan,argumentasi menjadi kecurigaan, dan perbedaan berubahmenjadi permusuhan.Maka tidak heran bila negara hukum kita kadang lebih gaduhdari grup WhatsApp keluarga besar saat menjelang lebaran.Di balik satir halusnya, Yusril sedang menyampaikan pesanserius: konstitusi hanya kuat jika para penafsirnya tahu batas.MK harus menahan diri. DPR harus konsisten. Pemerintahharus jujur menghormati putusan. Dan publik harus mengertibahwa negara hukum bukan pertunjukan sulap, tetapi kerjadisiplin seluruh elemen negara.Walhasil, ketika MK bertindak sebagai positive legislator, kitamemang mendapat putusan yang canggih, akademis, filosofis.Tetapi negara bukan laboratorium. Ia tubuh besar yang bisademam bila para ahli hukum terlalu kreatif menafsirkan organorgan vitalnya.Hukum harus memberikan kepastian, bukan kejutan. Dankonstitusi, kata Yusril, jangan sampai menjadi taman bermaintafsir tempat setiap hakim mencoba memetik bunga baru.Hukum itu fondasi. Kalau fondasinya berubah-ubah, rumahnegara ini bisa goyang setiap kali politik batuk kecil.[]

