Page 427 - Demo
P. 427
390terbelah. Sungguh, kalau ini tontonan di Netflix, pasti ratingnyatinggi, tapi juga banyak yang kelelahan mengikuti alurnya.Dalam ceramahnya di sebuah perguruan tinggi, Yusril IhzaMahendra membedah persoalan ini dengan gaya lugasnya,sambil menyelipkan humor tipis yang membuat mahasiswatertawa, tapi membuat para pembuat undang-undang tersedakmalu. Karena persoalan pemilu ini bukan sekadar teknismemilih caleg atau capres, melainkan soal masa depandemokrasi dan sistem politik.Awalnya, MK berkata: \pemilihan dilaksanakan dalam satu hari besar demokrasi.\DPR dan pemerintah langsung kalang kabut. Logistikpemilu yang biasanya memusingkan, kini di-upgrade menjadisuper-pusing. KPU seperti diminta mengatur hajatan keluarga,pesta tujuh belas-an desa, dan reuni akbar nasional dalam satugedung yang sama, pada hari yang sama, dengan listrik yangsama-sama rawan padam.Tapi negara patuh. Karena putusan MK itu final andbinding. Tidak ada negosiasi. Tidak ada alasan \Tidak ada wacana \Belum sempat napas teratur, datanglah putusan MK berikutnya: \pemilu daerah.\Dapat kita bayangkan ekspresi pemerintah dan DPR saatmembaca putusan itu. Seperti mahasiswa tingkat akhir yangbaru selesai merevisi skripsi bab 4, lalu dosennya berkata:\Dalam gaya humornya, Yusril menggambarkan

