Page 100 - Demo
P. 100
63berjalan seirama dengan Prabowo: menolak segala bentukkekerasan barbar, bahkan ikut menekan perang paling brutalyang dilakukan Israel terhadap warga Gaza. Dunia jadi terbalik seperti komedi satir: dua presiden yangdulu kerap dilabeli keras justru tampil sebagai promotor deeskalasi global. Mungkin inilah tanda zaman: ketika parajenderal lebih tenang daripada aktivis Twitter, dan duniaakhirnya belajar bahwa keamanan tidak selalu harus ditontondengan nada terompet perang.Hambali %u2014yang dalam kartu keluarganya bernama EncepNurjaman Riduan Isamuddin%u2014 lahir pada 4 April 1964, dansejak muda memilih rute hidup yang jauh dari standar KUAmaupun masjid kampung. Ia diyakini beberapa pihak sebagai simpul yang menghubungkan Jemaah Islamiyah dengan Al Qaeda di Asia Tenggara,semacam %u201cbroker lintas negara%u201d yang kalau bergerak, paraintel internasional bisa migrain berjamaah. Rekam jejaknya panjang dan konon kelam: daripendanaan bom rumah Duta Besar Filipina pada 2000, ledakanAtrium Senen pada 2001, hingga rangkaian bom Bali 2002yang meluluhlantakkan Sari Club dan Paddy%u2019s Bar, merenggut202 nyawa dan memaksa Indonesia menatap kaca kehidupandengan mata sembab. Nama Hambali juga berseliweran di balik bom KedubesAustralia (2004), bom Bali jilid dua (2005), dan bom Marriot%u2013Ritz Carlton (2009). Bahkan serangan gereja di tujuh kotapada malam Natal pun diseret ke bayang-bayangnya. Semua itu berakhir ketika ia ditangkap dalam operasi

