Page 150 - Demo
P. 150


                                    113Tegas, diplomatis, akademis. Tapi publik tahu: Yusril bukansekadar Menko. Ia juga pernah ketua umum partai. Di sinilahpanggung makin menarik. Dalam sepak bola, posisi ganda inimirip wasit yang juga pemilik klub. Tentu semua berharappermainan tetap cantik, adil, dan terbuka. Jangan sampai adadrama %u201cgol bunuh diri%u201d yang disengaja.Kedatangan Koalisi menemui Yusril menegaskan bahwarakyat berhak partisipasi aktif, apalagi ini terkait mati-hidupdemokrasi. Dan mereka juga berhak bertanya: benarkahpemerintah dan DPR serius soal reformasi demokrasi? Ataumasih ogah-ogahan karena %u201cdapur belum cukup ngebul%u201d atau%u201ctransaksi politik%u201d belum jelas hitungannya?Koalisi menyampaikan 15 poin usulan, mulai dari revisiUU Pemilu, demokratisasi internal partai, sampai transparansikeuangan. Kalau dirangkum, 15 poin usulan merekasebenarnya bisa disebut %u201cpaket reformasi mini%u201d: mulai darirevisi UU Pemilu yang disusun dengan naskah akademikinklusif, hingga melaksanakan semua putusan MahkamahKonstitusi tanpa pilih-pilih.Mereka juga mengusulkan penerapan sistem MixedMember Proportional (MMP) yang katanya bikin wakil rakyatlebih wakil daripada sekarang. Ada juga usulan alokasi kursiDPR khusus untuk warga luar negeri, kewajiban keterwakilanperempuan 30% di daftar calon, pendidikan politik kadersebelum bisa nyaleg, hingga audit tahunan keuangan partai.Terdengar progresif? Sangat. Terlaksana? Belum tentu.Sebab seperti kata pepatah Jawa modern: aturan boleh ideal,asal jangan ganggu kenyamanan elit. Akhirnya 15 poin itu
                                
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154