Page 144 - Demo
P. 144
107Buloggate dan Bruneigate, ia bisa saja mengerahkan massa.Tetapi ia memilih menghadapi sidang, berargumen, dan akhirnya menerima kenyataan politik yang membuatnya lengser.Ia turun tanpa pertumpahan darah, dengan kepala tegak.Semua kisah ini menegaskan satu hal: gentleman dalamhukum bukan berarti selalu menang, melainkan berani hadir.Tidak kabur, tidak sembunyi, tidak menjadikan massa sebagaitameng. Bung Karno di Batavia, Mandela di Pretoria, Anwardi Kuala Lumpur, Nixon di Washington, Gus Dur di Jakarta%u2014semuanya menunjukkan martabat pemimpin diuji bukan saatdielu-elukan, melainkan saat duduk di kursi pesakitan.*****

