Page 141 - Demo
P. 141


                                    104%u201cPejuang sejati harus bertindak gentleman. Langkah hukum,hadapi juga dengan langkah hukum,%u201d lanjut Yusril di media sosial.Pesannya jelas: jadi aktivis jangan layu seperti kerupuk kenaangin. Tapi kata gentleman ini kadang mirip nasi goreng kakilima: bisa ditafsir macam-macam. Ada yang menyantapnyadengan lahap, ada yang protes karena kecapnya kebanyakan.Delpedro ditangkap polisi pada malam hari, Senin 1September 2025, di kantor Lokataru Foundation. Ia pundiperiksa sebagai tersangka melakukan ajakan atau provokasimassa untuk berdemo, dengan menyebarkan berita bohonglewat media sosial.Polisi menyatakan, semua proses dilakukan berdasarkanfakta dan bukti, bahwa penyidik bekerja secara profesional danproporsional. Namun, Tim Advokasi Lokataru menyebut adakejanggalan prosedural, seperti kurangnya pemanggilan ataupemeriksaan awal.Netizen pun riuh menanggapi pernyataan Yusril. Ada yangbersorak, %u201cKalau merasa benar, hadapi di pengadilan!%u201d Adajuga yang menyindir, %u201cGentleman macam apa kalau ringtinjunya miring sebelah?%u201dYusril sendiri tak berhenti di satu kalimat. Ia memberikuliah gratis, lengkap dengan contoh sejarah. Bung Karno,katanya, paham pengadilan kolonial tidak adil, tapi tetap majudengan pledoi Indonesia Menggugat.%u201cApa anda kira Bung Karno begitu dungu hingga takpaham pengadilan kolonial itu bias?%u201d tanya Yusril. Tokohtokoh Orde Baru juga tahu vonis bisa dipelintir, tapi tetap masukring, bukan kabur ke pasar malam.
                                
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145