Page 193 - Demo
P. 193


                                    156Di republik yang kadang lebih cepat tersinggungdaripada sinyal WiFi di tengah hujan badai, selaluada satu dua perkara yang membuat konstitusiikut-ikut berdeham. Kali ini datang dari halaman TNI %u2014institusi yang biasanyabersuara berat, tegas, dan tak pernah ragu mengetukkansepatu lars di lantai demokrasi. Namun mendadak suasananyaberubah canggung ketika berhadapan dengan satu makhlukpaling sulit diatur di dunia modern: konten kreator.Ferry Irwandi, dengan gaya khas manusia era internet%u2014berbicara cepat, opini deras seperti debit sungai saat musimpancaroba%u2014 menyampaikan kritik kepada TNI. Kritik itudianggap berlebihan, bahkan dinilai memecah-belah. Makamenggeliatlah wacana: apakah TNI perlu melaporkan Ferryke polisi?DUA PULUH EMPATPencemaran Nama BaikIndividu, Bukan Lembaga
                                
   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197