Page 189 - Demo
P. 189
152korban minimal 48 pria %u2014angka yang membuat hukumInggris pun menarik napas panjang. Dan kini keluarga meminta putra mereka dipulangkan.Alasannya manusiawi: komunikasi sulit, jarak jauh, kondisitak terjangkau. Tapi negara tak bisa bekerja denganpertimbangan rasa semata; ada prosedur, ada implikasi hukum,dan ada risiko sosial yang tak kecil.Yusril, dengan ketenangan khas akademisi yang sudahkenyang makan asam garam regulasi, menjawab pendek saja:%u201cKami pelajari dulu.%u201d Di balik frasa singkat itu terselip labirin hukum internasional: perjanjian transfer prisoners, asas non-retroaktif,hingga mekanisme prisoner transfer agreement yang taksesederhana menukar pemain dalam liga sepak bola. Inggrispunya standar, Indonesia punya standar, dan keduanya takbisa asal cocok seperti sandal jepit kiri kanan.Kasus Reynhard sendiri, mari kita jelaskan tanpa perlu nafaspanjang tapi tetap dengan kewarasan lengkap, adalah salahsatu episode paling kelam dalam sejarah hukum Inggris:seorang pemuda Indonesia yang memulai hidup akademiknyadengan rapi %u2014alumni UI, kuliah S2 di Manchester%u2014 tiba-tibaberubah menjadi predator seksual paling prolifik yang pernahtercatat di negeri itu. Ia mengincar pria-pria muda yang mabuk, membiusmereka dengan GHB yang dicampur alkohol, lalu melakukankekerasan seksual dalam keadaan korban tak sadar. Bahkania merekam semuanya dengan telaten seperti orang yangsedang mendokumentasikan resep masakan.

