Page 184 - Demo
P. 184
147untuk menegakkan hukum sekaligus memberi maaf manusiawi %u2014tanpa mengabaikan kewaspadaan. Seperti memberianak kecil pisang goreng panas: boleh dimakan, tapi jangansampai lidahnya terbakar.Yusril juga menyinggung pengalaman pribadinya sebagaiMenkumham pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Iamembentuk pengadilan HAM biasa dan ad hoc untukmengadili pelanggaran HAM masa lalu, termasuk pengadilandi Jakarta. Sayangnya, Undang-Undang Komisi Kebenaran danRekonsiliasi yang disusunnya dibatalkan MahkamahKonstitusi. Bayangkan frustrasinya: seperti menyiapkan pestaulang tahun megah tapi tamu undangan batal datang. Maka sekarang, pemerintah Presiden Prabowoberkomitmen membahas RUU KKR baru, untuk meneruskankebijakan lama, menyerap pelajaran dari berbagai negara, danmemastikan prinsip-prinsip universal tentang rekonsiliasidiadopsi dengan hati-hati.Ironisnya, di tengah semua dramanya, sebagian orangmasih berharap rekonsiliasi ala komedi: duduk bareng tokohG-30-S, mantan PKI, dan mahasiswa zaman Orde Baru sambilselfie politik. Yusril menegaskan, itu mustahil. Urgensinya tidak ada.Perseteruan kubu hingga mengancam negara juga tidak ada.Yang kalah sudah jelas, yang menang sudah konstitusional.Marxisme-Leninisme dilarang, demokrasi ditegakkan, dankaum anti-demokrasi tidak punya hak hidup dalam sistemUUD 1945.

