Page 181 - Demo
P. 181
144berseberangan, termasuk tokoh G-30-S atau mantan anggotaPKI, bisa tiba-tiba diajak duduk di ruang tamu sambil minumkopi hangat? Ah, jangan lucu-lucu begitu.Yusril menegaskan, rekonsiliasi yang bermakna adalahrekonsiliasi antara dua kubu yang benar-benar berseteru dankepentingan bangsa tergadaikan. Seperti di Lebanon, di mana tentara, politikus, dankelompok bersenjata pernah saling lempar kursi dan senjata%u2014akhirnya mereka belajar duduk bersama meski sambilmenggerutu. Bahkan Afrika Selatan punya pelajaran epic: NelsonMandela, yang disiksa 27 tahun, bisa tersenyum kepada lawanbebuyutannya setelah Apartheid runtuh. Bayangkan saja, 27 tahun di penjara, lalu bilang, %u201cMarikita bersatu!%u201d Mandela jelas lebih sabar daripada kebanyakanpolitisi Indonesia yang baru tiga menit tidak ditonton TVlangsung gelisah.Di sisi lain, Yusril dengan tegas mengatakan, jangan mimpiabsurd: rekonsiliasi nasional dengan tokoh G-30-S dan mantananggota PKI? Jangan harap! Pemberian grasi terhadap Soebandrio atau tokoh lain tidakotomatis menghapus dosa sejarah. Tidak ada amnesti, tidakada abolisi, hanya maaf manusiawi %u2014yang diselingi kewaspadaan seperti polisi lalu lintas yang menunggu pengendaramenyalip sembarangan. Kita tidak bisa mengundang tokoh G-30-S ke kafe dan berkata, %u201cSilakan duduk, mari kita ngobrol politik santai sambilselfie.%u201d Itu tidak masuk akal, bahkan untuk ukuran fiksi satir.

