Page 179 - Demo
P. 179
142Ah, rekonsiliasi! Kata yang terdengar manis sepertisirup di gelas plastik saat panas terik, tapi bagi yangmenatap sejarah dengan mata melek, kata itukadang bikin bulu kuduk meremang, seperti digigit semutmerah politik yang haus dendam. Yusril Ihza Mahendra, dengan gayanya yang tenang tapipenuh tajam, menulis buku Rekonsiliasi tanpa MengkhianatiReformasi pada 2004, seolah berkata, %u201cMari kita berdamai, tapijangan pura-pura lupa siapa yang mencuri cemilan politikmasa lalu.%u201d Yusril mengutip Jenderal A.H. Nasution, yang terkenaldengan kebijaksanaannya yang kadang seperti teka-teki silang%u2014contohnya, rekonsiliasi dengan kelompok Ali Sadikin ataumahasiswa yang riuh di jalanan. Tapi apakah itu berarti semua pihak yang pernahDUA PULUH DUARekonsiliasi TanpaMengkhianati

