Page 174 - Demo
P. 174
137Di awal pembukaan perkuliahan semester I tahunajaran 2025/2026, Fakultas Hukum UniversitasIndonesia menghadirkan Yusril Ihza Mahendra.Dengan gestur tenang dan mata berbinar penuh kepastian,guru besar hukum tata negara ini membuka kuliah umumdengan judul yang terdengar seperti tesis doktoral: %u201dAmnestidan Abolisi dalam Sejarah Ketatanegaraan Republika Indonesia%u201d. Makalah yang disampaikannya setebal 30 halaman itu bukanhanya dibaca, tetapi diterjemahkan pula ke bahasa Inggris, seolahkampus ini tiba-tiba ingin menyebarkan sejarah hukum Indonesiake Cambridge atau Harvard. Walaupun mahasiswa lebih seringmenatap layar ponsel daripada naskah tebal itu.Yusril tidak langsung masuk ke Pasal 14 UUD 1945. Iamemulai dengan sejarah global, menelusuri akar amnesti dariMesir kuno. DUA PULUH SATU YaumulMarhamah

