Page 185 - Demo
P. 185


                                    148Jadi, jika ada yang berharap reuni politik ala sinetron,maaf%u2014tidak ada tiket masuk gratis untuk sejarah yang sudahditetapkan.Namun, ada sisi manusiawi: memberi maaf. Tapi bukanberarti lupa atau mengabaikan kewaspadaan. Orang yangdiberi maaf harus menyadari kesalahan, dan pemerintah wajibmemberikan kepastian hukum bagi keluarganya. Sepertimemberi obat, dosisnya harus tepat: terlalu sedikit tidaksembuh, terlalu banyak bisa berbahaya. Hukum harus jelas,etika politik ditegakkan, dan masa lalu dicatat sebagaipelajaran, bukan beban dendam.Pelajaran terbesar? Belajar dari Afrika Selatan. Mandeladisiksa 27 tahun, tapi setelah apartheid bubar, dendam dilupakan. Warga kulit hitam dan putih membangun negara baru. Yusril berharap Indonesia bisa mengambil hikmah yangsama, tanpa drama berlebihan, tanpa sinetron politik, tapidengan kesadaran bahwa rekonsiliasi itu seni, hukum, danmoral sekaligus. Kita bisa marah, tapi jangan jadi gila. Kita bisa memberimaaf, tapi jangan jadi bodoh. Kita bisa mencatat sejarah, tapijangan menjadikannya neraka pribadi.Ah, jika sejarah hanya menjadi catatan hitam, bangsa akanterseret dalam pusaran dendam yang panjang seperti jalan toltanpa akhir. Tapi jika dijadikan lampu penuntun, dendam bisamenjadi pupuk bagi persatuan, kemajuan, dan kesadaran kolektif. Yusril, dengan ketenangan ala guru besar hukum,mengingatkan: rekonsiliasi itu bukan untuk pencitraan politik,bukan untuk drama media, tapi untuk memastikan bahwa
                                
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189