Page 186 - Demo
P. 186


                                    149masa depan bangsa tidak terkubur oleh masa lalu yang pahit.Jadi, mari kita pelajari seni rekonsiliasi ala Yusril IhzaMahendra: tegas tapi manusiawi, berdasar hukum tapi penuhetika, memberi maaf tapi tidak melupakan sejarah. Di dunia yang penuh konflik, kita tidak perlu menjadiMandela, tapi cukup belajar darinya: memaafkan bukan berartimelupakan, dan melupakan bukan berarti mengabaikan. Dendam boleh ada, tapi harus tercatat sebagai pelajaran.Hukum ditegakkan, hati manusia diselamatkan, dan bangsamelangkah maju dengan kepala tegak, tanpa tersandungbayangan masa lalu.Dan jika suatu hari ada yang bertanya, %u201cBolehkah rekonsiliasi dengan tokoh G-30-S atau mantan PKI?%u201d Jawabnyasederhana: kita manusia, bukan tokoh sinetron. Maaf itu boleh,tapi rekonsiliasi politik? Tunggu dulu, sejarah punya aturanmainnya sendiri.[]
                                
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190