Page 228 - Demo
P. 228


                                    191Sampai pada akhirnya, kita menyadari satu hal: hukumIndonesia adalah mosaik. Indah kalau dirawat, kacau kalautidak disusun. Dan bahwa modernisasi hukum tidak mengharuskan kita meninggalkan identitas, melainkan meramunya%u2014dengan cerdas, dengan hati-hati, dan dengan keberanian intelektual yang, harus diakui, sudah lama jadi napasYusril sejak zaman kuliah filsafat hingga kini memegangportofolio hukum nasional.Refleksinya? Dunia memang menawarkan banyak sistemhukum, tapi kebijaksanaan ada pada kemampuan memilihtanpa kehilangan diri. Itulah seni besar negara berdaulat%u2014danseni itu semakin relevan ketika hukum bukan lagi sekadar teks,tetapi strategi bertahan dalam peradaban global.[]
                                
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232