Page 235 - Demo
P. 235
198Ada satu sisi dari diri Yusril Ihza Mahendra yangsering luput dipahami orang banyak: ia bukanhanya profesor hukum tata negara yang hidup darihiruk-pikuk wacana kampus, bukan hanya Menteri yangkenyang makan pagi dengan draf UU dan rapat kabinet. Tetapi ia juga pengacara yang%u2014entah karena dorongan moral,hobi adrenalin, atau takdir sejarah%u2014sering turun gelanggangmembela perkara-perkara yang membuat separuh negerimengernyitkan dahi dan separuh lainnya justru langsungmeludahkan opini. Itulah resiko menjadi intellectual-activist yang berpindahpanggung dari podium akademik, ruang sidang, sampai mejakonsultasi DPR. Semakin tinggi jam terbang, semakin ramai pulasuara-suara sumbang yang mampir, lengkap dengan paketancaman, makian, hingga serangan ke keluarga.TIGA PULUH SATUResikoIntelektual-Aktivis

