Page 238 - Demo
P. 238


                                    201publik yang campur aduk seperti es buah puasa hari pertama. Pada akhirnya, MK menyatakan tidak menemukan buktikuat atas tuduhan kecurangan terstruktur dan menyatakan Gibran sah sebagai cawapres, menolak seluruh permohonan pemohon, dan menetapkan kemenangan Prabowo%u2013Gibran tetapberlaku. Selesailah pertarungan itu, meski gema emosinya masihmenggantung seperti gendang yang baru saja dipukul terlalukeras.Namun, sekeras apa pun kemarahan publik, pekerjaan tetapharus dikerjakan. Sebelum putusan MK dibacakan, Yusril sempat%u201ccurhat%u201d %u2014sebuah kata yang jarang disandingkan denganprofesor setua sejarah reformasi. Dalam konferensi pers di Gedung MK, ia mengaku diserang,difitnah, dihujat, bahkan keluarganya ikut diseret-seret. Dalambahasa yang lebih manusiawi: ia sedang menegaskan bahwamenjadi pembela hukum bukan berarti kebal dari luka. Serangan personal itu, menurutnya, muncul karena sebagianpendukung 01 dan 03 kehabisan amunisi argumen di ruangsidang. Bahwa ketika logika melemah, mulut sering mendadaktajam seperti pisau yang tak pernah disungkupi sarung.Yang tidak banyak orang ingat adalah bahwa ini bukanlahpertama kalinya Yusril maju di garis tembak. Prof. Mahfud MD%u2014yang tentu tidak mungkin dituduh sebagai penjilat%u2014 pernahmemberi testimoni terang-benderang tentang peran penting Yusrilpasca-reformasi. Ketika menjadi Menteri Hukum dan Perundang-undangan,Yusril ikut menata ulang sistem peradilan dengan mewujudkan
                                
   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242