Page 246 - Demo
P. 246
209di ruang sunyi, oleh keteguhan para profesor, dan oleh keberanian menata ulang struktur negara yang sedang demamReformasi.Akhirnya refleksi itu kembali kepada kita: betapa mudahnya bangsa melupakan jasa seseorang hanya karena timelinebergerak cepat. Tapi sejarah tidak memakai algoritma. Ia mencatat siapa yang bekerja ketika negara limbung, siapa yangmemegang kompas saat perahu sedang oleng. Dan dalamdaftar itu, Yusril berdiri sebagai salah satu nama yangdiperdebatkan%u2014namun tak pernah ditolak hadir.[]

