Page 259 - Demo
P. 259
222dalam konteks perayaan khusus kenegaraan, bukan hariulang tahun personal.Mari menengok luar negeri. Di Amerika Serikat, paraSecretary (setingkat menteri) mungkin saling melemparkomentar hangat di belakang panggung, tetapi membuat videoresmi kementerian untuk mengucapkan selamat ulang tahunkepada Presiden? Tidak pernah. Di Inggris, para menteri bisa mengirim kartu atau pesanpribadi, tapi memanfaatkan institusi publik untuk perayaanpersonal pemimpin? %u201cBad optics,%u201d kata mereka, samaburuknya dengan memakai mobil dinas untuk menjemputanak di sekolah. Di Jepang, para menteri bahkan cenderung menjaga jaraksimbolis untuk menghindari kesan nakama-politics, karenakedekatan yang terlalu gamblang bisa dianggap melanggaretika pelayanan publik. Bahkan di Turki %u2014di mana presiden punya pengaruhbesar%u2014 para menteri tidak secara resmi membuat videoperayaan ulang tahun atas nama kementerian.Karena itu, ucapan ulang tahun ala Yusril ini bisa dibilanggenre yang unik, sebuah subkultur baru dalam komunikasipolitik Indonesia: %u201cUcapan Personal Bernuansa Institusional%u201d.Visualnya tenang, dasi dan jas, dan narasinya rapi sepertikhutbah Idul Fitri yang dipadatkan ke satu menit. Ada salampembuka, ada formalitas jabatan, ada frasa %u201catas nama pribadidan seluruh pegawai%u201d, ada selipan doa, lalu ada klimaks:harapan bahwa Presiden diberi kekuatan mengemban amanahnegara yang berat. Secara struktur, ini lebih mirip deklarasi

